Ads

MASALAH KALIMAT Bag II



18.  Kalimat Mayor
Kalimat yang mengandung dua unsur inti.
Ciri – cirinya : 1) Ada dua unsur pusat
2) Sisanya merupakan unsur penjelas
Contoh : - Kelakuannya // sungguh tak pantas
-  Gadis antik itu // tidur nyenyak
-  Air // mengalir sangat deras.

19.   Kalimat inti
Ialah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua inti dasar/pusat.
Ciri – cirinya : 1) Tata urut biasa
2) Intonasi normal
3) Unsur kata pusatnya 2 buah
4) Unsur I = Subject, unsur II = Predikat
Contoh : - Ayah dokter
-  Tindakan kejam

20.   Kalimat Luas
Ialah kalimat inti yang diperluas dengan satu/unsur penjelas
Ciri – cirinya : 1) Ada dua unsur inti
2) Ada unsur tambahan
Contoh : - Hujan // turun // rintik-rintik.
-  Ayah // dokter gigi

21.   Kalimat Tranformasi
Yaitu kalimat baru hasil perubahan bentuk akibat :
*        Perubahan Intonasi
*        Perluasan
*        Pembalikan Susunan
*        Pemisahan
*        Penggabungan
Contoh : - Hujan turun → Hujan turun?
-    Turun hujan → Hujan turun!
-    Hujan! Turun! → Hujan turun.

22.  Kalimat Tunggal
Kalimat yang terdiri dari dua unsur inti yang perluasannya unsur tambahan, tetapi tidak membentuk kalimat baru
Ciri – cirinya : 1) Terdiri dua unsur
2) Perluasannya tidak membentuk pola baru
3) Perluasan dengan berbagai keterangan bersifat penjelas
Contoh : - Adik bermain
-    Ayah baru pulang

23.  Kalimat Ablatif
Kalimat yang memiliki keterangan asal
Contoh : - Meja itu dari kayu
-    Sepatu dari kulit rusa
-    Cincin emas
-    Roda besi

24.  Kalimat Akoordinasi
Jika kalimatnya mempunyai predikat satu kata saja.
Contoh : - Andi belajar bahasa Indonesia.
-    Yanti terajin dikelasnya.

25.  Kalimat Aktif
Jika subjeknya melakukan suatu pekerjaan atau tindakan
Contoh : petani menanami sawahnya

26.   Kalimat Alasan
Jika kalimat itu memiliki keterangan alasan
Contoh : - ia tidak pergi, karena hujan lebat
-    Melihatnya berbicara, ia berilmu banyak

27.  Kalimat Bebas
Bila kalimatnya dapat dipahami tanpa memerlukan kehadiran kalimat lain
Contoh : sebagai makhluk sosial, manusia harus hidup bersama

28.  Kalimat Bervariasi
Kalimat mantap berpola S-P yang mengalami perubahan pola
Contoh : Ayah pergi → Pergi ayah

29.  Kalimat Dasar
Kalimat yang dijadikan dasar untuk menimbulkan atau membentuk transformasi.
Contoh : Ayahnya dokter

30.  Kalimat Deponen
Kalimat aktif yang tidak dapat dijadikan kalimat pasif atau sebaliknya
Contoh : Adik tertidur dilantai
Cepot berlari – lari pagi.

31.  Kalimat Efektif
Yaitu kalimat yang dengan benar menggambarkan pikiran dan perasaan pembicara atau penulis serta menunjukkan kehamatan penggunaan bahasa.
Contoh : Menurut saya hal itu benar.

32.  Kalimat Elips
Kalimat yang ter ber S-P
Contoh : - Pergi sekarang juga,...
-    Besok saja
-    E,...
-    Tukang copet
-    Baiklah

33.  Kalimat Emfatik
Ialah kalimat uang memberi penegasan khusus kepada Subjek dengan menambah –lah pada Subjek dan kata sambung dibelakang Subjek.
Contoh : - Dialah dalang kerusuhan itu.
-    Siswa itulah yang merokok tadi pagi

34.  Kalimat final
Ialah kalimat yang memiliki suatu tujuan
Contoh : - Dia rajin agar lulus ujian
-    Agar cepat sembuh, minumlah obatnya

35.  Kalimat Gradius
Ialah kalimat yang mempunyai keterangn derajat
Contoh : - Dia sudah pusing

36.  Kalimat Instrumental
ialah kalimat yang memiliki keterangan alat
contoh : - Adik menulis dengan pensil
-       Kami memuul pencuri itu dengan tongkat
-       Disepaknya bola itu dengan kaki telanjang

0 comments on MASALAH KALIMAT Bag II :

Post a Comment