Ads

Contoh Soal Psikotes Bagian 2

Perlu Anda ketahui bahwa pada postingan contoh soal psikotes bagian 2 ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya. Dengan demikian jika Anda belum membaca postingan contoh soal psikotes sebelumnya, saya menyarankan kepada Anda untuk membacanya terlebih dahulu. Karena secara berkesinambungan proses pembelajaran dari awal yang paling efektif yaitu ketika pemahaman kita kepada suatu subjek haruslah menyeluruh.Sehingga menghindarkan kita dari salah penafsiran atau kesalah-pahaman, kerena jika itu terjadi maka akibatnya sangat fatal bagi Anda untuk lulus dalam psikotest ini

Adapun postingan yang harus Anda baca sebelum membaca postingan contoh soal psikotes bagian 2 ini adalah sebagi berikut :

  1. Tips lulus dan contoh soal psikotes
  2. Contoh soal psikotest bagian 1
  3. Lulus Tes Potensi Akademik/TPA

Jika Anda sudah membaca dan memahami contoh soal psikotes pada postingan sebelumnya, maka saya akan melanjutkan postingan ini. Sebagaimana yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa dalam rangkaian proses seleksi di setiap perekrutan tenaga kerja baru dalam sebuah instansi atau perusahaan, kita tidak terlepas dengan tahap psikotest ini. Pada umumnya tahap psikotes ini merupakan tahap kedua dari proses seleksi karyawan baru, namun bisa saja tahap psikotes menjadi tahap yang ketiga, hal ini tergantung kepada perusahaan menyelenggarakannya.

Ada beberapa contoh soal psokotest yang sering dikeluarkan oleh perusahaan yang menyelenggarakan psikotes ini, selain yang pernah saya posting seperti yang telah anda baca sebelumnya yaitu seperti yang akan saya jelaskan berikut ini.

1. Menggambar Pohon

Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyl lainnya. Pada umumnya yang dinilai dari tes ini adalah seberapa jauh tingkat imajinasi Anda, kreatifitas mengenai detil-detil serta ketelitian Anda dalam bekerja nanti serta kedisiplinan dan ketanggapan Anda dalam memahami perintah yang disampaikan kepada Anda.

Tipsnya :

  • Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium. 

  • Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon. 

  • Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto tersebut. 


2. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang.

Tipsnya:

  • Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar. 

  • Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork. 

  • Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini, jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement) anda dalam segala hal, setup diri anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin. Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang tanpa anda sadari dalam hasil tes. 

Contoh soal Edwards Personal Preference Schedule:

- A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
- B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki

- A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
- B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban


3. Learning By Doing

Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-perbaikan secara continue baik terhadap diri Anda maupun terhadap kemampuan Anda, di setiap psikotes yang Anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri terhadap kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan. Karena dengan mekanisme tersebut, psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat laun berteman dan akrab dengan psikotes.

Inilah contoh soal psikotes yang sering dikeluarkan oleh perusahaan dalam melakukan proses seleksi karyawan baru dan hampir semua jenis soal psikotest ini sudah saya lalui. Dan yang perlu Anda ketahui adalah biasanya tidak semua soal psikotes yang saya sebutkan itu keluar, tergantung pada kualifikasi jabatan yang Anda lamar. Akan tetapi saya sarankan kepada Anda pelajarilah semuanya, Agar Anda tidak heran lagi dalam menghadapi psikotes ini.

Sampai disini dulu perjumpaan kita, jika Ada yang ingin Anda tanyakan silahkan memberikan komentar pada kotak komentar yang telah disediakan serta memberikan Testimoni Anda (lihat di tab menu). Dan jangan lupa untuk men-share dan memberi G+1 pada postingan ini kepada teman-teman dan sahabat Anda yang membutuhkannya, agar mereka juga mengetahui bagaimana soal-soal psikotes. Saya ucapka selamat mejalankan psikotes, dan saya doakan semoga anda lulus dan diterima bekerja pada perusahaan yang Anda impikan selama ini.

0 comments on Contoh Soal Psikotes Bagian 2 :

Post a Comment